CHEK IT OUT..!! »

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Do’a ku

I asked for strength, (Aku mohon kekuatan),
And Allah gave me difficulties to make me strong.  (Dan Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat),

I asked for wisdom, (Aku mohon kebijaksanaan),
And Allah gave me problems to solve. (Dan Allah memberiku masalah untuk diselesaikan),

I asked for prosperity, (Aku mohon kecukupan),
And Allah gave me brain and strength to work. (Dan Allah memberiku otak dan tenaga untuk bekerja),

I asked for courage, (Aku mohon keberanian),
And Allah gave me danger to overcome. (Dan Allah memberiku bahaya/resiko untuk diatasi)

I asked for love, (Aku mohon kasih sayang),
And Allah gave me troubled people to help. (Dan Allah memberiku orang yang dalam kesulitan untuk ditolong)

I asked for favour, (Aku mohon kemurahan),
And Allah gave me opportunities. (Dan Allah memberiku kesempatan-kesempatan)

I received nothing I wanted. (Aku tidak menerima apa-apa dari yang kuinginkan),
I received everything I needed. (Aku menerima segalanya dari yang kubutuhkan)            

 My Prayer has been answered. (Do’a ku telah diijabah). 

Love is not everything, but without love, live is nothing

Kumpulan kata-kata mutiara keren yang di bolak balik.


"Gw Memang tidak bisa menghentikan Hujan! tapi Hujan tidak Bisa menghentikan semangat GW!!!!" kata ini muncul pas gw malam2 kehujanan demi ktemu dia


bila hidup jangan takut mati, bila takut mati jangan hidup, bila takut hidup mati saja

jangan menggunakan orang-orang untuk membangun pekerjaan besar, 
tapi gunakanlah pekerjaan itu untuk membangun orang-orang yang besar.

jangan menunggu bahagia baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka kita kan tambah bahagia

Pengalaman adalah guru yang baik, tapi guru yang baik belum tentu berpengalaman (^_^)

orang pesimis suka melihat kesempitan dibalik kesempatan, tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dibalik kesempitan

Janganlah Berkata "Wahai Tuhan! Masalahku sangatlah Besar!"
tapi katakanlah "Wahai Masalah!! Tuhanku sangatlah Besar!!"
-apapun masalahnya, Tuhan bersama kita, percayalah-

anjing mengonggong kafilah berlalu, tapi kalo kafilah menggonggong belum tentu anjing berlalu(^_^)

hal-hal yang kecil akan membentuk kesempurnaan, walau kesempurnaan itu bukanlah hal yang kecil

kurang pas jika ada orang yang mengatakan bahwa cinta itu dapat menyatukan dua insan yang berbeda agama. Saya lebih suka mengatakan bahwa agama itu bisa menyatukan dua insan yang sedang jatuh cinta

bukan titik yang menyebabkan tinta
tapi tinta yang menyebabkan sebuah titik
bukan cantik yang menyebabkan cinta
tapi cinta yang menyebabkan kau menjadi lebih cantik

lebih baik sulit "tapi bisa!" daripada "bisa tapi sulit"

lebih baik "mencoba gagal" daripada "gagal mencoba"

mendingan "bekerja tetap" atau "tetap bekerja"?
mw liat yang lain, silahkan liat di

"jangan tanya apa yang agama berikan kepadamu, tapi tanyakanlah apa yang sudah kamu berikan kepada agama"

lebih baik benci tapi cinta
daripada cinta tapi benci

" memang baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih penting menjadi orang baik..."

waktu adalah uang tapi uang tak bisa membeli waktu

orang kaya = dia yang memanfaatkan uang
orang miskin= uang yang memanfaatkannya

kita harus PINTAR MERASA, bukan MERASA PINTAR...

Lebih baik tahu sedikit akan banyak hal ketimbang tahu banyak akan sedikit hal 

matikan rokok mu, sbelum rokok mematikan dirimu !!!

Bagi dunia kau hanya seseorang , tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya

Jangan membenarkan yang biasa, tapi biasakanlah yang benar

sholatlah sebelum kamu di sholatkan

pemenang akan berkata :sulit tapi mungkin
pecundang akan berkata :mungkin tapi sulit

orang pesimis melihat dari sisi negatif,
orang optimis melihat dari sisi positif,
tapi orang realitis melihat dari sisi positif dan negatif

"dont waste your time or time will waste you"

Jika kamu gagal untuk berencana, maka kamu berencana untuk gagal.

janganlah kau anggap perpisahan sebagai kesedihan , tapi anggaplah pertemuan sebagai kesedihan.. karna pertemuan merupakan sebuah awal dari perpisahan...

-"I like what I do, I do what I like"
-"lakukan apa yang kau pikirkan, jangan pikirkan apa yang kau lakukan"

Masih muda, korbankan kesehatan cari harta
Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan

orang bodoh memang kalah dengan orang pintar,tapi orang pintar tak lebih pintar daripada orang yg beruntung

bukan hidup yang memberikan cinta
tapi cinta yang memberi kehidupan....

"Manfaatkan hidup agar hidup bermanfaat"

Orang yang pintar adalah orang yang bisa Memikirkan apa yang akan ia sampaikan bukan menyampaikan apa yang ia pikirkan,

jangan menunggu bahagia baru tersenyum.
tapi tersenyumlah, maka Agan kian bahagia

jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka Agan semakin kaya

jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah.
tapi menikahlah, maka kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu
-kunci pernikahan yang sempurna adalah tidak mengharapkan kesempurnaan-

jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka Agan akan termotivasi


jangan menunggu dipedulikan orang baru Agan peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka Agan akan dipedulikan...

jangan menunggu orang memahami Agan baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan Agan


jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka Agan akan dicintai

jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang,

jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka Agan akan menjadi contoh yang diikuti

jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

jangan menunggu bisa baru melakukan, 
tapi lakukanlah! Agan pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti
dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!

WAIT LESS DO MORE!!!

Aku Dan Kamu Apa Adanya

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam safari hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.

Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.

"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.

"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Cinta Tak Membutuhkan Alasan

Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya..
“kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama..
suatu sore nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya.

Fira,Angel, dan Aqila..
nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya “kenapa kamu cinta aku”..

Fira suka bilang, suka sama dia karena Fira orangnya cantik

sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik

kemudian Aqila, aqila bilang.. “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik., dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”

Sedangkan Nadia.. lagi dan lagi tidak punya jawaban.. karena tunangannya tidak pernah mengatakannya..,,
nadia kecewa.. “Beararti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya.. mereka semua punya alasan.. sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada nadia.. tapi nadia tidak memberinya kesempatan.. nadia melangkah penuh rasa kesal..

Suatu hari nadia pergi keluar kota bersama teman2nya.. jalanan penuh dengan kabut tebal.. hujan turun sangat lebat.. nadia kehilangan control mobilnya.. mobil terjun bebas kedalam jurang..

Gelap..

sunyi..

hilang..

nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, Wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya..

tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya.. ada sesuatu yang salah pada lidah nadia.. ia tidak bisa menggubakannya untuk berbicara..

Belum habis kesedihannya.. saat akan melangkah nadia kesakitan.. karena kedua kakinya di Gips.. ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet Dashbor mobilnya.. beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia..

Nadia benar2 terpukul..

Di tempat pemulihan, nadia yang tengah duduk diatas kursi roda.. memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah nadia berada disana, namun nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan.. kakinya masih saja lumpuh.. lidahnya masih belum mampu berrkata sepatah-pun.
sedangkan wajahnya.. hingga hari itu, nadia enggan melihat cermin…

Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri nadia di tempatnya biasa duduk. karena nadia belum bisa berbicara, nadia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas..

“Kenapa kamu kesini??
“aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”
“kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??
pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad


“kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi.. aku udah enggak berarti..” nadia menangis…

pemuda itu memandang lekat wajah nadia..

“kamu tau nad, Dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya , mengapa aku mencintai kamu… kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? dan kalu kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek..

“Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

Nadia menangis ..terharu

Cinta adalah.. Memberi… memberi… dan memberi.. cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan…
Dengan cinta hidup terasa manis.. indah dan sempurna..
ingat tidak saat masih pacaran.. pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan.. dan banyak lagi pembenaran lainnya.. tapi banyak diantaranya setelah menikah,, semua itu seperti lenyap.. kenpa?? “karena kita memiliki alasan….”


AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..

JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU…


Thank u my Lovely eter

Renungan Kehidupan


suatu saat, kadang kita butuh sedikit perenungan,
sebelum keadaan yang akan memaksa kita merenung.
kita tahu, penyesalan tidak datang di awal,

Sahabat,
Mari kita renungi sejenak kehidupan ini
Sungguh Alloh sangat sayang pada kita
DilahirkanNya kita dalam bentuk yang paling sempurna
DiberiNya kita akal dan fikiran sebagai software kehidupan
Dan diberiNya pula kita berbagai fasilitas kehidupan
Semua itu adalah titipanNya pada kita

Sahabat,
Pernahkah kita berfikir dengan hati yang jernih
Apa yang akan terjadi pada diri kita, bila Alloh mengambil salah satu milikNya dari kita
Siapkah kita….. bila Dia mengambil penglihatan kita….
Siapkah kita….. bila Dia mengambil tangan kita….
Siapkah kita….. bila Dia mengambil fungsi otak kita….
Bahkan Siapkah kita….. bila Dia mengambil semua milikNya dari kita….

Sahabat,
Sungguh itu semua … sangat mudah bagiNya
Seorang pakar yang bertahun-tahun dipandang banyak orang karena ilmunya….
Kini harus kehilangan semua oleh karena salah satu jaringan syarafnya terhimpit…

Teman,
Sungguh kasihNya tiada terbilang dan sayangNya tiada tara pada kita
Walau dosa kita menumpuk bagaikan gunung, namun Dia masih sayang pada kita
Kita masih diberiNya banyak nikmat dan kesempatan

Sahabat,
Kadang kita bangga atas kesuksesan kita, namun kita lupa pada yang memberikan kesuksesan
Kadang kita bangga atas ilmu kita, namun kita lupa pada yang memberikan ilmu
Kadang kita bangga atas jabatan kita, namun kita lupa pada yang memberikan jabatan
Dan banyak lagi kebanggaan-kebanggaan lain, sementara kita lupa pada pemberinya

Sahabat,,
Kadang kita merasa gundah gulana saat suatu kesempitan datang
Dalam hati dan kadang ucapan kita keluar sumpah serapah
Kadang saat seperti ini, kita baru tersadarkan….Dia menyapa hangat kita
Namun kadang timbul rasa benci padaNya karena kesempitan itu
Padahal, itu hanyalah sebuah buih dibandingkan samudra kenikmatanNya

Sahabat,
Sudahkah kita berterimakasih padaNya
Sudahkah kita berusaha keras untuk membaca dan mengamalkan surat cintaNya pada kita
Sungguh seringkali kita lupa padaNya
Mari kita lebih berbenah diri

Sahabat,
Terima kasih Anda telah membaca untaian kata-kata ini
Dari orang yang selalu ingin kehidupannya lebih baik dari waktu ke waktu







sumber: blog.unikom

Citra Da’i Bagi Masyarakat

Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat merupakan salah satu miniatur pemerintahan sebuah negara. Karena di masyarakatlah sebuah sistem keteraturan diberlakukan. Sistem keteraturan yang dimaksud adalah tata nilai yang masih dipertahankan seperti etika dan moral dalam cakupan agama.
Bersentuhan dengan nilai dalam ajaran agama, maka masyarakat perlu mengetahui dan mengerti dengan benar persepsi terhadap penyampai ajaran agama tersebut. Secara sederhana dalam Islam penyampaian ajaran agama biasanya disebut dakwah dan orang yang berperan sebagai penyampai ajarannya disebut da’i.
Di kalangan umat muslim sendiri sebutan Da’i sudah memasyarakat. Sosok da’i mereka kenal sebagai orang yang mengerti dan memahami betul seluk beluk ajaran agama Islam. Bukan hanya itu, melalui prilaku keseharian Da’i yang patut diteladani oleh masyarakat. Misalnya peduli dengan keresahan dan kebimbangan masyarakat dalam memaknai kehidupan beragama.
Namun, masyarakat sebagian mengenal Da’i hanya sebatas yang kerap mereka jumpai dikehidupan sehari-hari mereka. Ada sekelompok jamaah yang menamakan diri merekapendakwah (da’i) dengan aktifitas berceramah dari masjid ke masjid, masuk dan keluar Desa, mengajak penduduk setempat untuk ikut berdakwah bersama mereka. Sehingga, dakwah yang dikenal hanya berkutat pada persoalan keakhiratan. Seperti keutamaan amal ibadah mahdhah(shalat, zakat, shadaqah, membaca Al Quran, zikir,dan lainnya). Dan dapat diacungi jempol bahwa dengan metode seperti ini, mereka dengan mudah merekrut orang lain untuk bergabung bersama mereka. Sebab, mad’u yang mereka ajak juga difungsikan sebagai da’I paling tidak untuk diri dan keluarganya ketika sepulang dari berdakwah di daerah lain.
Akan tetapi sebagian masyarakat lainnya kurang menerima dakwah seperti itu. Menurut mereka dakwah tidaklah cukup sebatas menyampaikan kebenaran ajaran agama yang diyakini. Lebih dari itu, masyarakat juga perlu bimbingan secara kontinyu mengenai ajaran yang telah disampaikan untuk bisa diaplikasikan secara baik dan benar sesuai dengan ajaran Da’i teladan umat Islam yakni Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam.
Biasanya pendapat yang kedua tersebut dilontarkan oleh masyarakat yang sudah mengenyam pendidikan atau mengkaji betul ilmu tentang dakwah. Bahkan sebagai da’i tidaklah cukup hanya ilmu agama yang harus diberikan. Karena keilmuan dan pemahaman masyarakat sangatlah berbeda. Sehingga, selain ilmu agama da’I juga harus memiliki wawasan yang cukup luas tentang ilmu umum. Misalnya dengan pendekatan disiplin ilmu sosial (sosiologi, antropologi, psikologi dan lainnya) Da’i akan mampu menyampaikan pesan dakwahnya ke masyarakat yang heterogen. Sedangkan masyarakat (mad’u) dapat memahami dan menerima pesan dakwah tersebut. Bukan berdasarkan pengalaman dan asas menduga-duga pada saat terjun di tengah-tengah masyarakat. Dengan kata lain, seorang Da’i juga memahami asas keilmiahan dalam berdakwah.
Jika tidak memperhatikan dan mempertimbangkan asas keilmiahan tersebut, maka akan terjadi kesalahpahaman baik terhadap dakwah maupun juru dakwahnya (da’i). Dakwah akan dipahami sebatas menyampaikan ilmu agama seperti yang Da’i lakukan di atas mimbar. Bahkanyang dapat mencoreng nama baik Da’i adalah oknum tertentu yang mengaku sebagai Da’i tetapi tidak mencerminkan kepribadian seorang da’i. Mereka berani menyampaikan ajaran agama yang sarat nilai etika dan moral. Namun dikesempatan lain mereka berprilaku kurang sopan terhadap orang lain dan agama lain. Atau berbuat melanggar hukum di masyarakat. Berkenaan dengan hal ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (QS. As Shaff : 3)
Dengan demikian, sudah saatnya Da’i dikenal oleh masyarakat dari berbagai kalangan baik umat Islam sendiri maupun umat lainnya, dari kalangan bawah (masyarakat sederhana) sampai kalangan atas (masyarakat elit).Da’i juga harus ramah dan sopan santun kepada siapa saja. Selalu tegar di jalan kebaikan. Dan tetap menjadi panutan masyarakat dalam mengarungi kehidupan.
3. Sifat Da’i Teladan
Di dalam mengenal sosok pengemban tugas kenabian ini, masyarakat tidak bisa lepas dari mengenal lebih dekat tokoh utama di dalam perjuangan risalah dakwah Islam. Beliaulah Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Karakteristik yang dimiliki Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam selain sifat kenabian pada umumnya yakni amanah (penyampai), fathanah(cerdas), shiddiq (jujur), beliau juga memiliki sifat mulia sebagai rasul Allah. Dan sifat tersebut menurut Said al-Qahthani (2001: 95) sangat penting ada pada Da’i , seperti berdakwah dengan bashirah, penyantun, lembut, lunak, sabar, kasih sayang, pemaaf, lapang dada, tawadhu’, menepati janji, itsar (mendahulukan kepentingan orang lain), pemberani, malu yang terpuji, dermawan, takwa, azimah (tekad yang kuat), bercita-cita tinggi, optimisme, teratur, teliti, menjaga waktu, bangga dengan Islam, menjadi qudwah (teladan) yang baik, zuhud, wara’, istiqamah, tanggap terhadap lingkungan, adil dan seimbang, tsiqahterhadap Allah (percaya akan janji Allah), bertahap dalam berdakwah, dan memulai dari yang terpenting kemudian yang penting.
Musthafa Ar-rafi’i ( 2002: 38-50) menjelaskan beberapa sifat Da’i tersebut berikut ini.
Syarat dan Sifat Da’i
Amal dan kegiatannya harus ikhlas karena mencari ridha Allah dan meraih pahala-Nya. Bila ia mencampur amalnya dengan salah satu dari semua tujuan duniawi maka sia-sialah amalnya dan rugilah ia. Mushthafa Masyhur (2000 : 19) menambahkan bahwa keikhlasan dalam berdakwah dapat memancarkan pesona tersendiri dan mampu menembus hati mad’u. Dalil atas hal ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan siapakah yang paling baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah…” Dan firman-Nya, “Dan hendaklah ada dari kamu satu kaum yang menyeru kepada kebaikan…”
a. Teladan dalam amal shaleh.
Da’i tidak dikenal selain kebaikannya. Tidak populer ia kecuali ketakwaannya dan komitmennya terhadap Islam, baik prinsip maupun perilakunya. Ayat Al Quran melarang kefasikan bagi Da’i, (QS Albaqarah: 44) dan (QS Ash-Shaff: 3).
Jika Seorang Da’i diharuskan bersih dari semua kemaksiatan maka kegiatan dakwah akan kosong secara total. Menempuh cara hikmah (bijaksana) terhadap orang-orang terpelajar dan intelek, dan melakukan metode mauizhah hasanah (nasihat yang baik) dalam menghadapi orang awam.
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. An-Nahl: 125)
Cara hikmah tidak terwujud kecuali dengan nalar dan logika yang tinggi. Sedang cara mauizhah hasanah hanya terwujud dengan memakai uslub dan metode cerita dan bicara yang lembut, menyentuh perasaan dengan tamsil-tamsil, dilengkapi dengan sejarah para salafushaleh.
b. Menguasai ilmu yang sesuai dengan zamannya.
Ia menguasai teori dari berbagai aliran pemikiran, sehingga ia dapat membeberkan kesalahan atau bahayanya terhadap ajaran Islam. Dan sebagaimana yang dikatakan Toto Tasmara (2000 : 46) bahwa salah satu misi seorang muslim yakni memenangkan ajaran Islam dari segala ajaran, idiologi dan agama lain. Karena dijaman sekarang perang tidak hanya mempergunakan senjata fisik, tapi apa yang disebut al Ghazw al-fikri (perang pemikiran). Al Ghazw al-fikri adalah serangan pemikiran, budaya, mental, dan konsep yang dilakukan secara terus menerus dengan sistematik, teratur, serta terancang dengan baik (Irwan Prayitno, 2005 : 3). Umat Islam harus waspada dengan strategi musuh Islam tersebut. Karena al Ghazw al-fikrijelas dapat merusak kepribadian muslim dan menggoyahkan kekuatan umat Islam.
Lembut dalam menyampaikan nilai-nilai dan pandangan - pandangan serta lembut dalam mengingkari atau menolak kesesatan, kesalahpahaman dan berbagai kemaksiatan. Dalam literatur lain, sikap lemah lembut dan ramah ini diistilahkan ar-rifqu dan al-layyinu (Said Al Qahthani,2001: 161). Dalam hal ini, Al Quran menyebutkan :
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Berdakwah dengan tujuan menarik manfaat dan menghilangkan kemudharatan, menolak kebiasaan dan menegakkan agama serta menghancurkan kekuatan lawan. Harus sabar dan tabah menghadapi cobaan dan siksaan. Said Al Qahthani (2001 : 180) mengutamakan kesabaran dalam segala hal bagi para da’I, Rasul Sallallahu ‘alaihi wa Sallam selaludiperingatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman-Nya :
Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (QS. An Nahl : 127-128)
Mengetahui tabiat dan kejiwaan jamaahnya, dengan memperhatikan apa yangmereka inginkan, di samping harus menguasai cara beramuammalah dengan mereka. Da’i harus melakukan dengan kekuatan, apabila cara hikmah, mauizhah hasanah dan jidal/ debat yang baik tidak mempan. Karena lawan yang seperti ini tidak boleh dibiarkan.
4. Peranan Dai di Masyarakat
Da’i bukanlah mubaligh yang hanya berbicara di atas mimbar, memberikan tausiyah kepada masyarakat atau aktifitas semacamnya yang sudah lumrah dilakukan sebagian besar para da’i. Da’i memiliki peranan penting pada proses perubahan masyarakat. Mereka dikenal dan akrab dimasyarakat bukanlah karena kepandaian retorika semata. Akan tetapi kepiawaiannya dalam menuntun masyarakat untuk mewujudkan ketentraman dan kedamaian di lingkungan dapat terbukti di depan mata. Dan masih banyak yang dapat dilakukan da’i di masyarakat, berikut ini beberapa peranan seorang dai di masyarakat yang patut menjadi contoh.
Ø Da’i sebagai Pemimpin Masyarakat
Secara sederhana yang dimaksud pemimpin adalah seseorang yang diamanahi untuk memimpin bawahannya. Biasanya di dalam struktur organisasi pemimpin disebut ketua. Segala keputusan haruslah berada ditangan seorang ketua. Namun, Hisham Altalib (1996 : 52) menjelaskan bahwa pemimpin adalah pelayan umat.
Sehingga ciri-ciri kepemimpinan Islam harus dimiliki oleh seorang Da’i seperti setia terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala., memiliki tujuan demi kejayaan Islam, berpegang pada syariat dan akhlak Islam, dan sanggup mengemban amanat umat. Demikian yang disampaikan Hisham Altalib (1996 : 52-53).
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan (QS. AlHijr : 41).
Ø Da’i sebagai Guru
Guru, ustadz, kiyai, atau apapun sebutannya da’i adalah pengajar, pendidik dan pembimbing masyarakat di dalam memahami ajaran agama. Sebagaimana seorang guru yang baik, da’i jelas memiliki kejujuran, kesabaran, ketelitian, dan keteladanan di dalam menurunkan ilmunya ke masyarakat. Begitulah metode Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. mendidik para sahabat ra. Beliau Sallallahu ‘alaihi wa sallam sangat santun dan hikmah dalam mengajarkan ilmunya. Belum pernah para sahabat diperlakukan kasar oleh Beliau. Beliau Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. selalu terbuka untuk menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.
Bukti sejarah menjelaskan bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. mampu mendidikmasyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang cinta ilmiah. Maka dari itu, da’I yang berperan seperti layaknya seorang guru harus memperbanyak khazanah keilmuan baik ilmu keakhiratan maupun keduniawian.
Ø Da’i sebagai Refolusioner
Mendengar kata ‘refolusioner’ akan terbuka ingatan terhadap perjuangan dan pengorbanan para pembela negara. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga, bahkan harta mereka demi kemerdekaan dan kedaulatan negaranya. Para pahlawan tersebut layak diberi gelar refolusioner bangsa.
Namun, refolusioner yang dimaksudkan bukanlah sebatas perjuangan para pejuang seperti yang dipaparkan di atas. Para pahlawan atau dalam Islam disebut dengan mujahid merupakan bukti konkrit pembelaan harga diri suatu bangsa atau idiologi. Dan da’i mampu berperan sebagai refolusioner (penggerak perubahan) masyarakat menuju kebangkitan dan kejayaan umat. Hal ini dapat terbukti dari banyaknya para da’i yang berkecimpung di dunia politik dan mampu menjadi pemimpin perubahan dari masyarakat yang tertindas menuju masyarakat aman dan tentram di bawah naungan pemerintahan Islam.

DAFTAR PUSTAKA
Mubarak Ahmad, Psikologi Dakwah : Pustaka Firdaus, Jakarta, 2002
Hisham Altalib, Panduan Latihan Bagi Juru Dakwah, Media Dakwah, Jakarta, 1994.
Irwan Prayitno, Kepribadian Dai, Pustaka Tarbiyatuna, Jakarta, 2005.
Musthafa Ar-Rafi’I, Potret juru Dakwah, CV Pustaka Al- Kautsar, Jakarta Timur, 2002.
Musthafa Masyhur, Fiqh Dakwah I, Al-I’tishom cahaya umat, Jakarta, 2000.
Moh.Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Prenada Media, Jakarta Timur, 2004
Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, 9 Pilar Keberhasilan Da’i di Medan Dakwah, Pustaka Arafah, Solo, 2001.
Toto Tasmara, Menuju Muslim Kaffah : Menggali Potensi Diri, Gema Insani, Jakarta, 2000.

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan???

sebuah kisah sederhana namun mempunyai arti yang sangat dalam jika kita bisa merenunginya...
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Kekristenan itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.


sumber :http://artikel-motivasi.blogspot.com

Kehebatan Cinta


Pernahkan kamu merasakan, bahwa kamu sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu, ia takkan pernah peduli? Ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi?

Pernahkan kamu merasakan Hebatnya Cinta?
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah?

Aku pernah tersenyum meski kuterluka,
karena kuyakin Allah tak menjadikannya untukku

Dan aku pernah menangis kala bahagia,
karena ku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja

Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti

Dan aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,
karena sekali lagi “cinta tak harus memiliki”
dan aku yakin Allah telah menyiapkan cinta yang lain untukku

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku,
karena memang cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga.***



sumber: sabarya.blogspot

Cermin Bagi diri

Disaat kita menerima hujaman perkataan menyakitkan dari seseorang, apakah  terasa sakit ? dengan kemanusiaan kita, tentunya sakit itu akan terasa pedih .

Disaat sikap seseorang yang menyulut api amarah kita dengan sikapnya yang tidak menyenangkan, apakah emosi kita terbakar ? dengan kemanusiaan kita, tentunya api membara didalam dada.

Disaat kita menghujamkan perkataan yang menyakitkan, apakah kita menyadari orang lain akan terasa sakit ? tanpa disadari , bahwa kita telah menyakitinya.

Disaat sikap kita menyulut emosi seseorang dengan segala sikap dan tingkah laku kita yang tidak menyenangkan, apakah kita menyadari semua itu akan menyinggung hati orang lain  ?  tanpa disadari, bahwa kita telah membakar hatinya.

Akh…bila saja setiap manusia selalu mengembalikannya terhadap dirinya sendiri, dengan selalu berkata-kata dengan sangat hati-hati dan selalu bersikap yang sebaik-baiknya terhadap orang lain, karena takut menyakiti dan membakar hatinya. Dunia ini rasanya telah menjadi surga.

Tapi inilah dunia, yang harus kita jalani dengan segala ujian dan cobaan-NYA, melalui likunya hidup dan fitnah. Agar kita selalu mendekatkan diri terhadap sang Khalik, untuk bekal menuju-NYA.

Tapi alangkah indahnya bekal itu kita isi untuk selalu berbuat baik dari menjaga lidah, sikap dan kelakuan kita terhadap sesama, walau bekal itu berat untuk didapat. Mungkin dengan mencoba untuk hidup lebih baik dan lebih baik lagi, bekal itu mudah didapat dengan kelapangan dan kejernihan hati.

from: sabar ya

Sedikit Jawaban "kenapa harus wanita sholihah?"

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka ?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka ?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis dijalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya dihadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita dimanapun..
Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka ?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika godaan pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis ? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta ?
Aku menjawab..
Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.
Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permana syurga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka ?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca al qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka ? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern ?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menysihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.
Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul didalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu ?
Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka ?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang sholih seperti mereka..
Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…
Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari syurga yang turun kedunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk meberikan kepadamu yang tak berarti dimata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni syurga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki sholih penghulu syurga…
Seberat itukah ?
Ya… Takkan mudah.. sebab syurga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…
and i believe u
inspired by: lovely ester
readmore at: http://almuhandis.wordpress.com