CHEK IT OUT..!! »

INTERAKSI PSIKOLOGIS DA’I DAN MAD’U

INTERAKSI PSIKOLOGIS DA’I DAN MAD’U
A. Motifasi Tingkah Laku
1. Pengertian dan Teori-Teori Motivasi
 HM. Arifin mengatakan bahwa, secara fundamental motivasi bersifat dinamis yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah pada suatu tujuan. Dengan motivasi seseorang dapat melipat gandakan usahanya untuk mengetahui rintangan dan mencapai tujuan tersebut.
Para psikolog memberikan pengertan dan teori-teori sebagai berikut:
a. Sigmund Freud : berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia adalah insting (naluri) semua perilaku manusia berasal dari dua kelompok naluri:
1. Energi naluri kehidupan adalah libido yang berkisar pada kegiatan seksual
2. Naluri kematian terbentuk dari dalam diri bentuk bunuh diri, merusak diri sendiri atau orang lain (agresi)
b. Abraham Moslow
 Tokoh psikologis ini berpendapat bahwa manusia dimotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk Seluruh spesies, tidak berubah dan ebrasal dari sumber genesis atau naluriah.
c. K.S. Lashley
 Dalam eksperimennya bahwa motivasi dikendalikan oleh respon-respon susunan saraf sentral ke arah rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya sangat komplek termasuk perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah.
d. Fillmore H. Sanford
 Melihat asal kata motivasi, yaitu yang berarti gerakan karenanya ia mengatakan motivasi sebagai kondisi yang menggerakkan suatu organisme yang mengarah kepada tujuan
2. Klasifikasi Motif
Ahli psikolog menggolongkan motif sebagai berikut:
a. Santain
 Santain membagi motif menjadi 2 bagian yaitu : physiological drive dan sosial motives. Physiological ialah dorongan-dorongan yang bersifat fisiologis dengan dorongan ini seseorang menjadi tenang seperti rasa lapar, haus, lelah dan sebagainya. Sedangkan sosial motives adalah dorongan-dorongan yang ada hubungannya dengan manusia lain dalam masyarakat, seperti dorongan estetis dan dorongan ingin selalu berbuat baik (etika).
b. Wood Worth
 Wood worth mengklasifikasikan motif menjadi un-learned motives dan learned motives. Unlearned motives adalah motiv yang timbul di sebabkan oleh kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan tubuh, seperti rasa lapar, haus, sakit. Sedangkan learned motives dapat berupa perasaan suka dan tidak suka. Aspek ini meliputi motif-motif untuk mendekatkan diri dan menjauhkan diri dari sesuatu.
3. Motiv dalam Al-Qur’an
Isyarat tentang adanya tingkah laku manusia (motif) dalam sistem nas dipaparkan Al-Qur’an dalam surat Yusuf ayat 53:
Artinya :
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
 Isyarat di atas secara jelas mengisyaratkan adanya sesuatu di dalam sistem nafs yang menggerakkan tingkah laku manusia yang mengajak pada kejahatan.
a. Dorongan-dorongan fisiologis
1. Dorongan untuk menjaga diri
Dalam Al-Qur’an Surat An-Naba : 78:9-11 berbunyi
Artinya :
Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dankami jadikan malam sebagai pakaian, dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan (Q.S. An-Naba : 78: 9-11)
2. Dorongan mempertahakan kelestarian hidup jenis
Dorongan yang dimaksud di atas adalah dorongan seksual dan dorongan keibuan.
a. Dorongan seksual : yaitu satu fungsi penting melahirkan keturunan demi kelangsungan hidup
b. Dorongan keibuan : Allah menciptakan dalma setiap diri wanita dengan alamiah yang membuat mereka siap untuk melaksanakan misi utamanya untuk melahirkan demi kelangsungan hidup jenis manusia.
b. Dorongan-dorongan Psikis
1) Dorongan untuk memiliki
 Dorongan untuk memiliki adalah dorongan psikis yang dipelajari manusia dalma proses sosialisasi yang dijalaninya. Melalui kebudayaan di mana ia hidup, manusia belajar rasa cinta untuk memiliki harta benda dan berbagai hak milik tersebut menumbuhkan rasa aman dari kemiskinan.
2) Dorongan memusuhi
 Dorongan memusuhi tampak dalam tingkah laku manusia yang memusuhi orang lain dengan tujuan untuk memusuhinya dengan bentuk fisik maupun dengan kata-katanya.
3) Dorongan berkompetisi
 Kompetisi merupakan salah satu dari dorongan-dorongan psikis yang dipelajari seseorang melalui lingkungannya. Al-Qur’an sendiri memberikan dorongan kepada manusia untuk berkompetisi dalam melakukan kebaikan dan kebajika serta berpegang teguh pada nilai-nilai manusiawi yang luhur.
4) Dorongan Beragama
 Dorongan beragama merupakan dorongan psikis yang mempunyai landasan alamiah dalam waktak kejadian manusia. Dalam relung jiwanya manusia merasakan adanya dorongan untuk mencari dan memikirkan Sang Penciptanya dan Pencipta alam semesta, dorongan untuk menyembah-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya setiap kali ia ditimpa malapetaka dan bencana. Namun godaan duniawi yang lebih mementingkan kebutuhan jasmani atau materi dapat membuat manusia lupa pada fitrahnya sebagai makhluk berTuhan bahkan lambat laun dapat terkikis sehingga manusia akan semakin jauh dari nilai-nilai spiritualitas keagamaan yang sebenarnya tersembunyi dalam relung bawah sadarnya.
4. Peranan Motivasi dalam Proses Dakwah
 Motivasi mengandung tiga komponen pokok, yaitu menggerakkan, mengarahkan dan menopang tingkah laku manusia. Motivasi mengarahkan tingkah laku individu kearah suatu tujuan, menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan individu tersebut. Tujuan motivasi bagi seorang da’i adalah menggerakkan atau memacu objek dakwah (mad’u) agar timbul kesadaran membawa perubahan tingkah laku sehingga tujuan dakwah dapat tercapai. Selanjutnya seorang da’i dituntut untuk mengarahkan tingkah lku mad’u sesuai dengan tujuan dakwah kemudian menopng tingkah laku mad’u dengan mencipatakan lingkungan yang dapat menguatkan dorongan-dorongan tersebut.
 Penting bagi seorang da’i mengetaui motif-motif mendesak dari sasaran dakwahnya agar seorang da’i mampu menyesuaikan materi dakwah. Metode dakwah atau strategi dakwah yang tepat tujuan dakwah dapat tercapai.
B. Interaksi Sosial
 Menurut Wood Worth yang dikutip oleh W.A. Gerungan. Pada dasarnya terdapat empat jenis hubungan antara individu dengan lingkungan yaitu:
1. Individu bertentangan dengan lingkungan
2. Individu menggunakan lingkungannya.
3. Individu berpartisipasi (ikut serta) dengan lingkungannya dan
4. Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya
 Hubungan manusia dengan manusia (interaksi sosial) berkisar pada usaha menyesuaikan diri baik bersikap autoplastis (mengubah diri sesuai dengan lingkungannya) maupun aloplastis (usaha seseorang untuk merubah lingkungannya) sesuai keadaan (keinginan), dimana individu yang satu menyesuaikan diri dengan individu yang lain.
1. Pengertian Interaksi Sosial
 Interaksi sosial diartikan sebagai suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku orang lain. Interaksi sosial yang demikian merupakan prilaku timbale balik dimana masing-masing individu dalam proses itu mengharapkan dan menyesuaikan diri dengan tindakan yang dibutuhkan orang lain.
Faktor-faktor adanya interaksi sosial.
a. Faktor Imitasi
 Imitasi memiliki nilai positif terutama dalam bidang pendidikan dan perkembangan individu, dimana imitasi dapat merangsang perkembangan watak seseorang. Imitasi juga dapat mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik. Sedngkan segi negatifnya, hal-hal yang salah ataupuns ecara moral ditolak selain itu, imitasi ini menimbulkan terhambatnya perkembangan berfikir kritis artinya adanya peranan imitasi dalam interaksi social dapat memajukan gejala-gejala kebiasaan malas berfikir kritis.
b. Factor Sugesti
 Factor sugesti memegang peranan penting baik dalam pandangan politik, orang tua, pendidik, teman sebaya, yang ikut membantu dalam pembentukan norma kelompok dan prasangka-prasangka social. Sugesti dapat terjadi dengan mudah pada keadaan-keadaan tertentu:
1. Sugesti karena hambatan berfikir
2. Sugesti karena keadaan pikiran terpecah-pecah
3. Sugesti karena otoritas
4. Sugesti karena manyoritas
5. Sugesti karena will to believe (membuat sadar karena adanya sikap-sikap dan pandangan orang lain.
c. Factor Identifikasi
 Identifikasi adalah sebuah istilah dalam psikologi Sigmund freud untuk menguraikan mengenai cara seorang anak belajar norma-norma social dari orangtuanya, yaitu kecenderungan bersifat sadar bagi seorang anak.
 Proses identifikasi pertama-tama berlangsung secara tidak sadar keduanya secara irasional berdasarkan perasaan-perasaan dan kecenderungan dirinya yang tidak diperhitungkan secara rasional. Identifikasi dilakukan seseorang kepada oran glain yang dianggapnya ideal dalam satu segi untuk memperoleh sistem norma, sikap dan nilai yang dianggap ideal.
d. Faktor Simpati
 Simpati dapat idartikan sebagai perasaan tertarik seseorang terhadap orang lain. Seperti halnya prosesi identifikasi timbulnya simpati merupakan proses sadar bagi diri mansuia yang merasa simpati terhadap orang lain. Peranan simpati terlihat dalam hubungan persahabatan antara dua orang atau lebih. Simpati hanya berkembang dalam suatu relasi kerjasama antara dua orang atau lebih yang menjamin terdapatnya saling pengertian antara individu-individu tersebut justru karena adanya simpati dapat diperoleh saling pengertian yang lebih mendalam.
2. Macam-Macam Interaksi
Menurut R.F. Bales dan Strodtbeek (1951) interaksi dikategorikan kepada 4 macam:
a. Tindakan integrative ekspresif, tingkah laku terpadu dan menyatakan dorongan kejiwaan seseorang seperti : menolong atau memberi pujian kepada orang lain
b. Tindakan menggerakkan kelompok kearah penyelesaian problem: memberi jawaban pendapat dan penjelasan
c. Tindakan mengajukan pertanyaan, permintaan orientasi, sugesti atau pendapat.
d. Tindakan integrative ekspresif yang bersifat negative termasuk kategori ini : pernyataan tidak setuju, ketegangan dan pertentangan dan pengunduran diri
3. Interaksi Sosial dalam Proses Dakwah
a. Pelaksanaan dakwah (da’i)
 Da’i merupakan kunci yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dakwah, oelh karena itu factor ini ada syarat-syarat dan cirri-ciri jasmani dan Rohani yang sangat kompleks bagi pelaksana, penentu dan pengendali sasaran dakwah.
b. Objek Dakwah (mad’u)
 Objek dakwah dari aspek psikologis memiliki variability yang luas dan rumit menyangkut pembawaan, lingkungan berbeda yang menuntut pendekatan berbeda pula
c. Lingkungan Dakwah
 Lingkungan sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan sasaran dakwah bagi individu atau kelompok manusia serta kebudayaan.
d. Media Dakwah
 Media adalah factor yang menentukan kelancaran dakwah yang disebut defent variables artinya dalam penggunaannya atau efektivitasnya tergantung factor lain terutama orang yang menggunakannya. Namun kegunaannya bis polypragmatis (kemanfaatan berganda) atau monopragmatis (kemanfaatan tunggal) dalam rangka mencapai tujuan dakwah.
e. Tujuan Dakwah
 Tujuan dakwah adalah suatu factor yang menjadi pedoman arah proses yang dikendalikan secara sistematis dan konsisten
Ketertarikan masyarakat terhadap da’i disebabkan beberapa factor antara lain:
1. Adanya pesona da’i misalnya sikap lemah lembut dan berbudi halus, memecahkan problem social dan memberi harga kepada masyarakat luas.
2. Masyarakat membutuhkan kehadiran da’i, suasana psikologis menunggu kehadiran seseorang yang didambakan mengisi kekosongan.
3. Hubungan batin : masyarakat merindukan seorang pimpinan spiritual kedekatan hubungan batin antara da’i dan mad’u.
C. Komunikasi
 Komunikasi adalah suatu factor yang penting bagi perkembangan hidup manusia sebagai makhluk social, tanpa komunikasi individu tidak dapat berkembang dengan normal dalam lingkungan sosialnya. Melalui komunikasi seseorang menemukan dirinya, mengembangkan konsep diri dan menetapkan hubungan dengan dunia sekitar. Semakin dewasa seseorang, semakin kompleks komunikasi yang dilakukan, dan karena itu bahasa adalah alat terpenting di samping alat-alat lain seperti tingkah laku, seni budaya dan lain-lain.
1. Pengertian Komunikasi dan Peranan Bahasa dalam Komunikasi
Mengenai definisi komunikasi, para ahli memberikan batasan yang berbeda-beda di latar belakangi oleh berbagai perspektif, seperti mekanis, sosiologis, dan psikologis
a. Raymond S. Ross mendefinisikan komunikasi sebagai proses transaksional yang meliputi pemisahan dan pemilihan lambang secara kognitif sehingga membantu orang lain megneluarkan pengalamannya sendiri atau respon yang sama
b. Dance mendefinisikan komunikasi sebagai usaha-usaha menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal untuk bertindak sebagai stimulasi
c. Colin cherry mendefinisikan komunikasi sebagai usaha untuk membuat satuan social dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda dan memiliki sendiri serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan guna mencapai tujuan.
 Komunikasi merupakan peristiwa social yang bertujuan untuk memberikan informasi, membentuk pengertian, menghibur, bahkan mempengaruhi orang lain.
Dalam hubungannya dengan hidup social manusia, bahasa mempunyai beberpaa fungsi social, yaitu komunikasi social, control social, dan kerja sama social. Dalam situasi social inilah mereka dipermudah dan ditentukan oleh bahasa mereka masing-masing.
 H.Bonner dalam bukunya Social Psytelogyran inter disciplinary approach dikutip oleh H.M Arifin bahwa dalam studi psikologi social, bahwa merupakan hal penting karena:
1. Bahasa merupakan media dasar bagi interaksi social, tanpa bahasa kehidupan social manusia tidak akan timbul dan tanpa bahasa partisiasi social manusia tidak dapat dilangsungkan.
2. Bahasa adalah satu-satunya pembawa kebudayaan dair suatu generasi ke generasi berikutnya.
3. Bahasa memungkinkan suatu rangkaian pengertian mengenai definisi-definisi umum yang sama di antara manusia
4. bahasa memgang peranan penting dalam bentuk pertumbuhan anak dari sejak taraf hidup biologisnya sampai taraf hidup masyarakat.
5. tanpa bahasa dalam kehidupan sosialnya, manusia tidak dapat mewujudkan hubungan dengan manusia lain
2. Peranan Tanggapan Dalam Komunikasi
 Prilaku manusia itu harus diinterprestasikan dalam pengertian interaksi social, peranan tanggapan serta pengalaman yang dihubungkan dengan kegiatan hubungan antar pribadi dengan anggota kelompok masyarakat. Jadi yang perlu diperhatikan dalam proses interaksi adalah factor komunikasi, penghargaan akan adanya respons dari orang lain. Bagaimana peranan tanggapan oleh dirinya sendiri maupun orang lain, serta symbol yang mendorongnya untuk melakukan respons, melalui factor terakhir inilah interaksi social dapat membentuk komunikasi social melalui bahasa
1) Pengertian
Yaitu penerimaan yagn cermat isi stimuli yang dimaksud oleh komunikator
2) Kesenangan
Ini disebut juga komunikasi fasis (phatic communication) untuk menimbulkan kesenangan, antar individu menjadi hangat, akrab dan menerangkan.
3) Pengaruh pada sikap
Komunikasi untuk mempengaruhi sikap komunikasi persuasive memerlukan pemahaman tentang factor-faktor dalam diri komunikator dan pesan yang dapat menimbulkan efek pada komunikasi.
4) Hubungan makin baik
Komunikasi juga ditujukan untuk menumbuhkan hubungan social yang baik. William Schutz merincikan kebutuhan social ini kedalam tiga hal: indusion, control dan affection, yaitu asosiasi, pengendalian dan kekuasaan dan cinta kasih. Kebutuhan social ini dapat terpenuhi dengan komunikasi interpersonal yang efektif.
5) Tindakan
Tindakan merupakan hasil komunikatif Seluruh proses komunikasi bukan saja memerlukan pemahaman tentang Seluruh mekanisme psikologis Tetapi juga factor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku manusia.
3. Komunikasi Dalam Proses Dakwah
Dalam interaksi antara da’i dan mad’u, da’i dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah (materi dakwah) melalui alat atau sarana komunikasi yang ada. Komunikasi dalam proses dakwah tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengertian, mempengaruhi sikap dan membina hubungan social yang baik.
Mengenai proses komunikasi (penyampaian dan penerimaan) pesan dakwah dapat dijelaskan melalui tahapah-tahapan yaitu :
1. Penerimaan stimulus informasi
2. pengolahan informasi
3. penyimpanan informasi
4. menghasilkan kembali suatu informasi
Proses bagaimana mad’u menerima informasi, mengolahnya, menyimpan dan menghasilkan informasi dalam komunikasi psikologi disebut sistem komunikasi intra personal. Proses ini meliputi sensasi, persepsi memori dan berfikir.
a. Sensasi
Sensasi adalah proses menangkap stimuli (rangsangan) fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan yang sangat penting.
b. Persepsi
Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru. Persepsi mengubah sensasi menjadi informasi. Seperti jug ahalnya sensasi, persepsi di tentukan oleh factor personal dan situasional.
c. Memori
Salah satu kelebihan manusia dalam kemampuannya menyimpan informasi yang sangat banyak dalam waktu yang lama dan dapat mengingat kembali. Jiika computer mampu menyimpan data untuk suatu saat dapat dipanggil kembali. Maka kemampuan manusia menyimpan informasi sangat canggih dibandingkan computer.
Memori bekerja melalui tiga tahap:
1. Perekam informasi yang berasal dari persepsi dicatat melalui jaringan saraf
2. penyimpanan informasi dalam bentuk tertentu dalam waktu tertentu. Informasi berkembang terus, bias juga berkembang sendiri.
3. pemanggilan atau mengingat kembali apa yang telah disimpan baik sekadar terlintas atau memang senagaja di ingat-ingat karena infomrasi tersebut memang diperlukan.
d. Berfikir
Berfikir adalah suatu kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan lambing sebagai pengganti objek dan peristiwa. Berfikir merupakan manipulasi atau organisasi unsur-unsur lingkungand engan menggunakan lambing-lambang, sehingga tidak perlu langsung melakukan kegiatan yang tampak.
Pola berfikir manusia dapat diklasifikasikan menjadi tiga:
1. Metode berifkir realistis
Berfikir realistis dibedakan menjadi dua :
a) Metode berfikir deduktif mengambil kesimpulan khusus dari pernyataan yang bersifat umum
b) Metode berfikir induktif dimulai dari pernyataan khusus untuk kemudian mengambil simpulan umum atau kesimpulan umum dari pernyataan khusus.
2. Berfikir Kreatif
Metode berfikir kreatif digunakan dengan maksud agar memperoleh rumusan atau kesimpulan yangbenar atau keputusan yang tepat, pemecahan masalah yang tepat atau penemuan yang valid.
Proses berfikir kreatif menurut pada psikolog melalui lima tahapan:
a) Orientasi : yakni merumuskan dan mengidentifikasikan masalah
b) Preparasi : yakni mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi
c) Inkubasi : yakni berhenti dulu ketika menghadapkan kesulitan mencari jalan pemecahan.
d) Iluminasi, yakni mencari ilham
e) Verifikasi, yaitu menguji dan menilai secara kritis pemecahan masalah yang dipikirkan.
Cirri-ciri orang kreatif menurut Colemen antara lain:
a. Memiliki kecerdasan rata-rata
b. Memiliki sifat terbuka
c. Memiliki sikap bebas, otonom dan percaya diri
3. Berfikir Dan Bertafakur (merenung)
 Nabi mengingatkan bahwa berfikir tentang sesuau yang berada diluar kpaasitas akal dapat mengakibatkan bencana. Namun demikian berarti Al-Qur’an sering mengur manusia karena kurang menggunakan fikiranyaan sedangkan ornag yang suka merenung secara mendalam tentang fenomena alam sebagai ciptaan Allah (zikir dan berfikir) oleh Al-Qur’an diberi gelar sebagai Ulul al-Bab.
D. Leadership (Kepemimpinan)
 Leadership (kepemimpinan) adalah suatu corak kemampuan manusia yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan latihan. Kepemimpinan diperkirakan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir dan tidak dapat diperoleh melalui pendidikan
 Dua corak pendapat diatas ada juga yang menggabungkan dua anggapan tersebut kepemimpinan di peroleh melalui bakat. Pendidikan da’i latihan.
1. Pengertian Leadership
Berdasarkan pendekatan-pendekatan yang dilakukan para ahli umumnya memberi pengertian leadership adalah sebagai berikut:
a. George R. Terry memberikan kepemimpinan sebagai hubungan individu dan suatu kelompok dengan maksud menyelesaikan beberapa tujuan:
b. Odway Tead kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang yang bekerjasama menuju kesesuaian tujuan yang mereka inginkan.
c. John Ptiffner menganggap kepemimpinan adalah suatu seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendakinya.
Dalam kepemimpinan terdapat tiga unsur
a. unsur manusia sebagai pemimpin atau sebagai yang dipimpin
b. unsur sarana semacam prinsip dan tehnik kepemimpinan yang dipakai termasuk pengetahuan yang dimiliki
c. unsur tujuan merupakan sasaran Akhir ke arah mana kelompok manusia akan digerakkan.
2. Ciri-Ciri Pemimpin (Leader)
 Pemimpin harus mengusahakan supaya kelompok yang dipimpinya dapat merealisasikan tujuan kelompok dalam kerja sama yang produktif.
 Pemimpin harus mengintegrasikan pandangan anggota kelompok dan memberikan pandangan dasar kelompok yang menyeluruh mengenai situasi dalam kelompok dan luar kelompok. Pemimpin harus dapat mengawasi tingkah laku anggota kelompok berdasarkan patokan-patokan yang telah dirumuskan bersama pemimpin jug aharus mengenal dengan baik sifat pribadi para pengikutnya demi kesuksesan bersama.
 Floyd Ruch merumuskan tugas-tugas seorang pemimpin sebagai berikut:
a. Strukturing the situation
Tugas seorang pemimpin adalah memberikan struktur yang jelas tentang situasi-situasi rumit yang dihadapkan oleh kelompoknya. Pemimpin harus membedakan yang terpenting dan mana yang kurang penting serta memusatkan perhatian pada tujuan yang dicapai oleh agnggota kelompoknya.
b. Controlling group behavior
Tugas kedua dari seorang pemimpin adalah : mengawasi dan menyalurkan tingkah laku kelompok, mengawasi tingkah laku individual yang tidak selaras dan menyeleweng. Berjaga-jaga agar peraturan kelompok jangan disalahgunakan oleh individu dan berjaga-jaga agar individu jangan disalahgunakan kelompok.
c. Spokesman of the group
Pemimpin harus menjadi juru bicara kelompoknya. Dalam hal ini
a:link{color:green; text-decoration:none; text-underline:single;}

3 komentar:

Todi saja mengatakan...

subhanalloh...artikelnya sarat ilmu sob...makin nambah wawasan nih...

h mengatakan...

yup

Aziz Fikri Wijaya mengatakan...

Terus berdakwah agar tegak syariat Allah SWT :D

Posting Komentar

Maaf Yach shob,mumpung mampir disini,kalo sempat, bOleh Nggak Aq Mnta KomentArnya??? :)